Tampilkan postingan dengan label Mikrotik Lanjut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrotik Lanjut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2016

Cara Mengetahui Proses yang Menyebabkan CPU Usage Tinggi di Mikrotik

CPU (Central Processing Unit) sangat penting perananya pada perangkat yang menggunakan Sistem Operasi. Pada perangkat Mikrotik, CPU sangat berpengaruh pada proses-proses yang dijalankan pada sistem operasi RouterOS. Tinggi rendah nya penggunaan CPU sangat bergantung pada banyak tidaknya proses yang terjadi pada sistem operasi itu sendiri. Penggunaan CPU resource yang tinggi apalagi hingga mendekati 100% terus menerus tentunya akan mengurangi performa dari perangkat Mikrotik itu sendiri.

Jadi disini kita akan bahas cara melihat kenapa kok CPU Usage Mikrotik bisa tinggi mendekati 100% terus. Proses apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem operasi RouterOS nya sehingga menyebabkan CPU usage tinggi. 

Untuk bisa mengetahui penggunaan CPU kita bisa lihat pada winbox di menu System --> Resource. Bisa Anda lihat pada kolom CPU Load.


Nah, sekarang gimana caranya buat mengetahui proses apa aja yang membuat CPU Load Mikrotik nya jadi tinggi? Jawabannya mudah, kita tinggal buka aja menu Tool --> Profile. Untuk Mikrotk dengan CPU Core lebih dari 1, maka kita bisa memilih CPU Core mana yang hendak dilihat proses nya, bisa juga dilihat proses total untuk semua CPU core nya. Berikut tampilan menu profiler nya :


Bisa kita lihat pada gambar di atas ada beberapa proses yang berjalan di Mikrotik, dan kita bisa melihat proses mana yang menyebabkan tingginya beban CPU pada Mikrotik. Proses-proses tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yang disebut Proccess Classifiers. Berikut ini detail Proccess Classifiers dari wiki.mikrotik.com :

  • idle - shows unused CPU. Typically idle=100%-(sum of all process cpu usages).
  • ppp
  • pppoe
  • ppp-compression
  • ppp-mppe
  • ethernet - cpu used by ethernets when sending/receiving packets
  • bridging
  • encrypting - cpu used by packet encryption
  • ipsec - IP security
  • queuing - packet queuing
  • firewall - packet processing in Ip firewall
  • l7-matcher - cpu used by Layer7 matcher.
  • p2p-matcher - Peer-to-peer traffic matcher in ip firewall
  • gre - Gre tunnels
  • eoip - EoIP tunnels
  • m3p - MikroTik Packet Packer Protocol
  • radius
  • ip-pool
  • routing
  • sniffing
  • traffic-accounting
  • traffic-flow
  • console
  • telnet
  • ssh
  • ftp
  • tfpt
  • www
  • dns
  • snmp
  • socks
  • web-proxy
  • winbox
  • metarouter-fs
  • metarouter-net
  • kvm
  • profiling - cpu used by Profiler tool itself
  • btest - bandwidth test tool
  • logging
  • flash - cpu usage when writing to NAND
  • disk - cpu usage when wiring to Disk
  • networking - core packet processing
  • serial
  • usb
  • firewall-mgmt
  • queue-mgmt
  • e-mail
  • fetcher
  • backup
  • graphing
  • health
  • isdn
  • dhcp
  • hotspot
  • radv - IPv6 route advertisement
  • ntp - NTP server/client
  • ldp
  • mpls
  • pim - Multicast routing protocol
  • igmp-proxy
  • bgp
  • ospf
  • rip
  • mme
  • synchronous - cpu usage by synchronous cards
  • gps
  • user-manager
  • wireless
  • dude
  • supout.rif - cpu used by supout.rif file creator.
  • management - RouterOS management processes that do not fall into any other classifier. For example, when routes added to kernel, internal messaging exchange between RouterOS applications, etc.
  • unclassified - any other processes that were not classified.
Dari kasus CPU Load Mikrotik tinggi di atas, proses yang membuat CPU usage tinggi yaitu proses management. Apa itu proses management pada Mikrotik? Kenapa proses management di Mikrotik membuat CPU Load nya tinggi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita bahas dulu apa itu proses management mikrotik.

Menurut wiki.mikrotik.com profile classifier management adalah sebagai berikut :
RouterOS management processes that do not fall into any other classifier. For example, when routes added to kernel, internal messaging exchange between RouterOS applications, etc.
Maksudnya adalah proses manajemen pada RouterOS yang tidak termasuk dalam salah satu dari classifier lainnya. Contohnya, ketika penambahan route pada kernel, pertukaran informasi internal antar aplikasi RouterOS, dll. Yang dimaksud classifier ini adalah proses-proses yang muncul pada menu profile seperti daftar yang disebutkan di atas. Sedangkan pertukaran informasi antar RouterOS bisa berupa SNMP (Simple Network Management Protocol).

Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah protokol standar Internet untuk mengelola perangkat pada jaringan. SNMP dapat digunakan untuk berbagai data grafik. Contoh penggunaan nya pada The Dude dan aplikasi sejenisnya  Agar Mikrotik dapat dikelola, maka SNMP harus diaktifkan.

Dari kasus tersebut memang tersangka nya adalah fitur SNMP pada Mikrotik yang menyebabkan CPU Load Mikrotik nya sangat tinggi. Hal ini dikarenakan Router Mikrotik tersebut dimonitor oleh Aplikasi monitoring jaringan yang menggunakan fitur SNMP, seperti The Dude dan SolarWinds.


Setelah saya coba untuk disable fitur SNMP nya pada aplikasi The Dude, CPU Load Mikrotik mulai turun.


Dari gambar di atas bisa dilihat jika proses management turun drastis setelah fitur SNMP pada the dude dimatikan. Disini yang terlihat tinggi yaitu pada proses idle. Dimana proses idle ini merupakan akumulasi dari CPU yang tidak terpakai yakni 97%, karena penggunaan CPU Load nya hanya 3% saja.

Oke, sampai disini kita sudah bahas tentang Cara Mengetahui CPU Usage Proccess yang Tinggi di Mikrotik beserta permasalahan CPU Load tinggi yang disebabkan oleh proses Management di Mikrotik RouterOS. Untuk proses classifier lain nya tidak perlu saya jelaskan, karena sudah ada penjelasan nya.

Minggu, 03 April 2016

Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.id di Windows

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang saya tulis sebelumnya tentang Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.id di Linux. Setelah berhasil membahak/hack login hotspot mikrotik & wifi.id di Linux, kali ini saya akan bahas hal serupa pada sistem operasi Windows, yakni Windows 7 x64.

Langkah-langkah hacking wifi.id nya sama seperti sebelumnya, bedanya disini saya pindah spot ke lokasi wifi.id lain dan gunakan OS Windows 7. Tidak seperti pada Kali Linux dimana semua tools sudah tersedia tinggal kita gunakan saja, pada Windows 7 ini untuk tahap scanning wireless client dan mac address nya kita membutuhkan aplikasi tambahan.

Disini saya coba gunakan aplikasi CommView for Wifi. Aplikasi ini sebenarnya berbayar, tapi kita gunakan saja versi evaluation nya biar bisa gratisss :D.

Oke, langsung saja ke langkah-langkah Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.id di Windows :

1. Download aplikasi CommView for WiFi disini.
2. Aplikasi ini akan mengnstall driver wifi tersendiri, sehingga pastikan WiFi adapter Anda support. Cek disini ya.
3. Install CommView for WiFi nya --> Buka Aplikasinya --> Nanti kita diminta untuk install driver
4. Setelah proses instalasi selesai, coba lakukan scan. Hasilnya akan muncul seperti gambar berikut :


5. Pilih salah satu target di bawah AP @wifi.id. Copy Mac Address nya.
6. Buka Notepad --> Paste mac address target. Hapus pembatas address nya yang berupa titik dua ':'
7. Copy mac address tadi untuk dijadikan mac address laptop kita.

Cara selengkapnya silakan lihat Video Tutorial Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.id di Windows yang sudah saya buat disini :

Cara ini sudah saya coba dan 100% berhasil diterapkan untuk hotspot @wifi.id maupun hotspot Mikrotik. Hanya saja kekurangan nya pada saat user target menyadari kalau internet nya jadi lambat bahkan gak konek sama sekali, dia akan coba re-connect dan re-login. Hal ini akan membuat session kita jadi kacau dan gantian deh jadi gak konek. Jadi ya harus sering-sering lakukan hal yang sama.. hehehe.. :D

Oke selamat mencoba :)

Sabtu, 02 April 2016

Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.id di Linux

Masih tentang bajak-membajak, sebelumnya sudah saya share Cara Membajak Halaman Login Hotspot Mikrotik dimana kita bisa Mengcopy file html, css, js, images, dll yang membentuk halaman login hotspot Mikrotik. Kali ini akan saya share cara untuk membajak session login hotspot Mikrotik orang lain.

Cara Hack Hotspot Mikrotik ini sebenarnya sudah ada sejak lama yang lebih dikenal dengan Mac-Address Spoofing. Jadi inti dari pembajakan atau hack ini adalah sebagai berikut.
  1. Cari Hotspot yang akan dijadikan target pembajakan.
  2. Konek ke hotspot tersebut --> Lakukan scanning mac-address user yang sudah konek dan berhasil login ke hotspot tersebut.
  3. Copy mac-address target.
  4. Ganti mac-address kita dengan mac-address target.
  5. Konek ulang ke hotspot, dan hasilnya kita tidak perlu login untuk menggunakan hotspotnya, karena session dari user target itu sudah kita bajak.
Simpel kan? Kita bisa lakukan hack hotspot Mikrotik ini menggunakan Komputer, Laptop, bahkan Smartphone Android. Khusus buat Android, HP nya harus udah di root dulu ya, karena untuk mengganti mac-address harus jadi superuser. Tapi kali ini kita belum akan bahas pembajakan via smartphone. 

Kita coba dulu pakai Laptop ya, tentunya via WiFi. Disini saya mencoba menggunakan OS Linux. Kenapa Linux? Karena di Windows tidak semua step diatas bisa dilakukan. Kecuali menggunakan Windows versi lama (Win XP - 7) dengan tambahan beberapa software scanning wifi dan manipulasi mac-address. Jadi kali ini saya coba menggunakan Pentest Tool nya Kali Linux.

Kali Linux merupakan salah satu distro Linux yang khusus diciptakan untuk penetration test (Pentest), yang sudah dibekali dengan berbagai macam tools yang bisa kita gunakan untuk melakukan Pentest (hack). Jadi kita akan memanfaatkan tools pentest nya kali linux untuk hack login hotspot wifi.id. Kalau Anda mau gunakan distro Linux lainnya silakan, disini saya contohkan saja menggunakan Kali Linux.

1. Silakan download dulu file image iso kali linux nya disini.
2. Disini kita akan gunakan live cd linux nya, jadi ga perlu install dulu, langsung pakai aja.
3. Burn iso image kali linux nya di CD atau bisa gunakan USB flash disk. Silakan baca disini.
4. Boot ke kali linux nya. Jalankan via live cd.
5. Langkah Hack Hotspot Mikrotik & Wifi.id nya silakan lihat di Tutorial Video yang saya buat ini :



Jadi pada Tutorial video hack hotspot mikrotik & wifi.id tersebut saya mencoba melakukan mac-address spoofing pada salah satu target yang terkoneksi ke Wifi.id. Target nya adalah HP Android saya yang sudah login ke wifi.id. Saya sengaja menargetkan hp saya sendiri supaya tau apa yang terjadi pada target ketika pembajakan ini dilakukan.

Dan hasilnya adalah sebagai berikut :


Karena Mac-address laptop saya sudah diganti dengan mac-address hp android saya, maka ip address yang didapatkan laptop saya juga sama dengan ip address hp saya. Hal ini akan membuat hp saya kehilangan koneksi, karena session nya sudah dibajak oleh laptop saya. Alhasil hp saya kadang bisa konek kadang tidak, begitu juga pada laptop saya yang koneksinya hidup mati, karena terjadi ip conflict. Tapi hal ini hanya terjadi sebentar saja, selanjutnya bisa lancar kok.. hehe

Oke, selamat mencoba Tutorial Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.id pada Linux ini.
Implementasi pada Windows bisa baca disini :
Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.id di Windows

Implementasi pada HP Android akan saya bahas dilain waktu.

Rabu, 30 Maret 2016

Cara Membajak Halaman Login Hotspot Mikrotik

Sudah tau kan kalau kita bisa mengedit dan mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik? Kalo belum tau baca dulu deh disini : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Selain mengedit dan mengganti halaman login hotspot Mikrotik, kita juga bisa mengambil atau membajak halaman login hotspot lain loh. Bukan hanya script html nya saja yang bisa dibajak, namun semua file yang ada pada direktori hotspot nya bisa diambil seperti file css, js, images, dll.

Namun setelah file login hotspot nya di ambil, tidak bisa langsung digunakan pada hotspot kita. Harus ada script yang di edit dulu, karena script variable nya Mikrotik tidak terbaca saat file di download.

Penasaran gimana caranya? 
Baca aja disini ya :

Sabtu, 05 Maret 2016

Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Pertanyaan ini mungkin muncul ketika kita ingin membuat beberapa interface pada mikrotik untuk menjadi satu segment. Ada beberapa pilihan cara yang bisa kita gunakan, diantaranya yaitu bisa menggunakan teknik Bridging atau menggunakan Switching memanfaatkan mode Master port dan Slave Port. Keduanya memberikan hasil yang seakan sama, namun sebenarnya ada perbedaan nya.

Switching Master/Slave Port

 

Konfigurasi Switching Master/Slave Port menggunakan chip khusus switching yang tertanam pada RouterBoard, sehingga tidak membebani CPU. Mikrotik tidak akan mendapatkan beban terlalu besar dari switching pada CPU nya walaupun traffik yang lewat sangat tinggi. Ilustrasinya seperti pada gambar di atas. Dari gambar ilustrasi di atas dapat dilihat bahwa eth2 bertindak sebagai Master Port dan eth3-5 sebagai Slave Port yang menggunakan switching chip.

Kemampuan Port Switching ini berbeda-beda untuk tiap switching chip yang tertanam pada RouterBoard. 

Bridging Port

 

Dengan melakukan bridging, kita bisa menggabungkan beberapa interface yang berbeda menjadi satu segmant misalnya interface ethernet dengan wireless, dimana hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan metode Switcing Master/Slave port. Selain itu dengan bridging kita bisa menerapkan firewall filter rule, dimana pada switching tidak bisa dilakukan, kecuali pada Mikrotik Cloud Router Switch (CRS).



Dengan menggunakan bridge kita dapat menanggulangi network loop dengan mudah, yakni menggunakan protocol STP (Spanning Tree Protocol) dan RSTP (Rapid Spanning Tree Protocol).

Jadi pada intinya kedua metode tersebut sama saja, hanya bedanya pada kecepatan vs fitur. Kalau spesifikasi mikrotik anda sudah tinggi, dan traffic gak terlalu besar, bisa pakai bridge saja. Tapi jika sebaliknya mendingan pakai switching.

Jumat, 04 Maret 2016

Solusi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running

Kenapa Interface Ethernet Mikrotik status nya selalu "R" Running, padahal tidak ada kabel yang nyolok ke port Ethernet nya? Pertanyaan ini juga ada di benak saya ketika Saya meng-Install Mikrotik x86 pada PC. Sebagai catatan Mikrotik RouterOS x86 adalah versi RouterOS yang khusus di desain untuk PC/Server dengan arsitektur x86 (32 bit). Usai proses instalasi Mikrotik x86 di PC, saya coba cek apakah interface ether nya terbaca atau tidak, mengingat saya pasang juga 2 x 4 port RB44GE. 


Sedikit terkejut ketika melihat status Interface Ethernet Mikrotik nya "R" semua yang mengindikasikan kalau port ethernet nya ada kabel yang nyolok. Padahal PC belum konek ke mana-mana. Jika dilihat pada status detail pada interface nya pun keterangan Rate nya unknown, walaupun state nya Running tapi indikasi no link.



Begini jawabannya :

Secara default, Mikrotik x86 menempatkan konfigurasi pada Ether untuk command disable-running-check pada posisi yes. Hal ini menyebabkan Semua Ether dalam status 'R'. Kenapa? Berikut penjelasan dari wiki.mikrotik.com.
Disable running check. If this value is set to 'no', the router automatically detects whether the NIC is connected with a device in the network or not. Default value is 'yes' because older NICs do not support it. (only applicable to x86)
Pada intinya, command disable-running-check=yes ini sengaja dibuat default, karena tidak semua NIC (Network Interface Card) bisa mendeteksi apakah port ether nya konek ke perangkat lain apa tidak, terutama pada NIC jadul. Namun, untuk perangkat jaman sekarang sepertinya sudah tidak memerlukan hal tersebut.

Nah, udah jelas kan jawabannya?
Sekarang lanjut ke cara mengatasi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running.
1. Masuk ke Terminal Mikrotik
2. Ganti command disable-running-check=yes ke no. Berikut command nya :
interface ethernet set disable-running-check=no numbers=0
itu command untuk ether 1, untuk ether lainnya ganti numbers nya. Jika ether nya banyak, bisa gunakan koma.

Contoh nya untuk ether 1 - ether 10 berikut command nya :
interface ethernet set disable-running-check=no numbers=0,1,2,3,4,5,6,7,8,9

Hasilnya seperti yang ditunjukkan gambar di atas.
Oke terjawab sudah pertanyaan Kenapa Interface Ethernet Mikrotik status nya selalu "R" Running, padahal tidak ada kabel yang nyolok ke port Ethernet nya? beserta Solusi Interface Ethernet Status Selalu "R" Running.
Semoga bermanfaat :)

Selasa, 29 Desember 2015

Cara Membuat Notifikasi Email The Dude (Aplikasi Monitoring Jaringan)

Sebagai seorang Network Admin, sudah pasti kita menginginkan kondisi jaringan yang sehat dan handal tanpa adanya gangguan perangkat atau jaringan. Namun kenyataan nya gangguan tetap saja ada. Untuk mempermudah kita dalam mengetahui perangkat atau link mana yang mengalami gangguan, tentunya kita butuh Aplikasi Monitoring Jaringan yang dapat memberitahukan kita jika ada gangguan.

Ada banyak sekali Aplikasi Monitoring Jaringan Gratis yang bisa kita manfaatkan. Salah satu yang menurut saya cukup bagus dengan fitur yang lumayan lengkap dan yang pastinya GRATIS yaitu The Dude.

The Dude adalah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor jaringan komputer dengan simple dan mudah. Saya sudah pernah bahas tentang The Dude, silakan baca disini :

Oke. Yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah Cara Membuat Notifikasi Email di The Dude, sehingga ketika ada perubahan status perangkat karena gangguan kita akan dapat pemberitahuan melalui email.

Kenapa email? kok gak pakai SMS aja sih? Yups pertanyaan yang bagus, pakai SMS juga bisa, tapi kita coba dulu bertahap via Email ya. Karena kalo pakai email bisa gratis, jadi seberapa pun banyaknya perangkat yang ingin kita monitor tidak jadi masalah. Lain halnya jika kita pakai SMS, tentu bakalan nyedot pulsa banyak kan.

Sebelum kita mulai, ada beberapa hal yang kita perlukan :
  1. Aplikasi The Dude. Saya sarankan install versi terbaru dari The Dude disini. Atau bisa Download versi 4.0beta3 disini.
  2. Akun email Gmail (Untuk kirim email notifikasi). Saya sarankan gunakan email yang tidak terpakai.
  3. Aplikasi Mailsend. Download disini.
Oke, langsung kita mulai saja Tutorial Cara Membuat Notifikasi Email dengan The Dude:

1. Install The Dude. Langkah-langkah install hingga membuat Network Map ada disini.



2. Buka folder instalasi The Dude  -->
Untuk Windows 64 bit C:\Program Files (x86)\Dude\
Untuk Windows 32 bit C:\Program Files\Dude\
Buat Folder Baru beri nama mailsend --> Copy file mailsend.exe ke folder tersebut.


3. Buat file mailsend.cmd --> Caranya buka notepad masukkan script berikut :
::
:: Kirim Notifikasi Email The Dude via Gmail
::
set mailsenderdir=C:\Program Files (x86)\Dude\mailsend
set mailsender=mailsend.exe
set smtpsender=username@gmail.com
set smtpsenderfullname=username
set smtpserver=smtp.gmail.com
set smtpport=465
set smtpuser=username@gmail.com
set smtppwd=password
set mailto=username@gmail.com
::
::
"%mailsenderdir%\%mailsender%" -smtp %smtpserver% -port %smtpport% -ssl -auth -user %smtpuser% -pass %smtppwd% -t %mailto% -f %smtpsender% -name "%smtpsenderfullname%" +cc +bc -q -sub %1 -M %2
::
::pause
::

Silakan edit script tersebut pada bagian yang berwarna. Kemudian save dengan nama mailsend.cmd di folder yang sama dengan mailsend.exe.

4. Buka Aplikasi The Dude --> Masuk ke menu Notifications --> Tambahkan Notifikasi Baru --> Beri nama dan pilih tipe nya execute on server. Ganti Command nya dengan script berikut :
"C:\Program Files (x86)\Dude\mailsend\mailsend.cmd" "Service [Probe.Name] on [Device.Name] is now [Service.Status]" "Service [Probe.Name] on [Device.Name] is now [Service.Status] ([Service.ProblemDescription])"
Silakan sesuaikan path direktori pada bagian yang berwarna kuning.


5. Coba test setingan nya, Klik Test.

6. Jika setingan benar, maka akan muncul jendela CMD untuk mengirim email otomatis.



7. Silakan buka email anda untuk mengecek apakah email test tadi berhasil dikirim.



8. Sekarang kembali ke The Dude, Masuk ke Network Map. Klik menu Settings --> Tab Polling --> Centang opsi Use Notifications --> Centang Notifikasi Kirim Email --> Ok



9. Sampai disini setingan sudah selesai. Silakan coba down/up kan device yang ada di network map untuk mengetes hasil nya.

10. Cek Email untuk melihat hasil Notifikasi nya


Oke Selesai sudah. Hal yang perlu diingat adalah The Dude tidak bisa mengirim notifikasi email jika tidak ada koneksi Internet. Jadi pastikan Server The Dude terkoneksi ke internet.
Silakan dicoba dan semoga berhasil :)

Selasa, 03 November 2015

Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik

Tutorial Mikrotik kali ini akan membahas tentang OSPF dan konfigurasi dasarnya di Mikrotik, oh ya teman-teman pasti sudah tau kan apa itu OSPF? saya percaya kok namun disini mari kita mengulangnya lagi agar tidak lupa, langsung saja cikibrutt.

Pengertian OSPF

OSPF atau kepanjangan dari Open Shortes Path First adalah protocol routing otomatis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network). Routing ini digunakan untuk topology yang mempunyai banyak router, kebayang gak kalau dalam suatu ISP yang mempunyai banyak client yang menggunakan mikrotik sebagai STA, dia harus menyetting ip route satu persatu, OMG apa lagi kalau se-yang lebih besar lagi, gak kebayang ribetnya. 

Oh iya OSPF ini termasuk kategori Link-sate routing protocol, Link state routing protocol ini menggunakan kecepatan jaringan berdasarkan metric untuk menetapkan path-path ke jaringan lainnya. Setiap router merawat map sederhana dari keseluruhan jaringan. Update-update dilakukan via multicast, dan dikirim. Jika terjadi perubahan konfigurasi. OSPF cocok untuk jaringan berskala besar.

Baca lebih lanjut tentang ospf disini atau disini

Maksud dan Tujuan

Ok sekarang maksud dan tujuan, maksud dan tujuan Ospf ini Kita dapat melakukan routing secara otomatis, dua router maupun lebih.

Bahan yang disiapkan

Berikut adalah Tutorial Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik, dalam tutorial ini karena saya tidak mempunyai router sebanyak itu maka saya menggunakan GNS3
  • 4 buah Mikrotik yang sudah terinstall (menggunakan VirtualBox)
  • dan 3 Vpcs
Jika anda belum mengetahuinya bisa pelajari disini

    Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik

    Berikut adalah Topologi yang saya gunakan

    pada topologi diatas sudah terdapat keterangan ip dan interfacenya, sekarang mari kita mulai mengkonfigurasinya
    R= ether1=192.168.1.1/24
          ether2=192.168.2.1/24
          ether3=192.168.3.1/24
    R2= ether1=192.168.1.2/24
            ether3=192.168.13.1/24 
    R3= ether1=192.168.2.2/24
            ether3=192.168.14.1/24
    R4= ether1=192.168.3.2/24
            ether2=192.168.12.1/24
    1.mari kita masukkan ip ditiap-tiap router sesuai dengan topology yang sudah ada


    R1= Ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2
           ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether3


    R2= ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.13.1/24 interface=ether3 


    R3= ip address add address=192.168.2.2/24 interface=ether1
          ip address add address=192.168.14.1/24 interface=ether3


    R4= ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.12.1/24 interface=ether2

    2. Kita masukkan perintah ospf nya, masukkan sesuai ip yang tadi kita masukkan di ip address


    R=routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
     routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.3.0/24 area=backbone


    R2=routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.13.0/24 area=backbone
    cek dengan "ip route print" maka akan muncul apabila ADo maka itu Active, DHCP, Ospf 


    R3=routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.14.0/24 area=backbone

    R4= routing ospf network add network=192.168.3.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.12.0/24 area=backbone
    3. Kita cek tiap-tiap router dengan mengeping router lain, contoh seperti gambar dibawah




    Terimakasih, selamat mencoba, Thanks for your attention 

    Minggu, 26 Juli 2015

    Ikuti Mikrotik User Meeting Yogyakarta - Oktober 2015

    Mikrotik User Meeting (MUM) akan kembali diselenggarakan di Indonesia. Setelah 2 tahun berturut-turut diselenggarakan di Yogyakarta, tahun 2015 ini juga akan diselenggarakan di tempat yang sama. Ada yang belum tau apa itu Mikrotik User Meeting (MUM)?


    Apa itu Mikrotik User Meeting (MUM)?

    Mikrotik User Meeting (MUM) adalah Sebuah konferensi dan pertemuan antar penggiat Mikrotik yang membahas tentang Software Mikrotik RouterOS dan, Hardware Mikrotik RouterBoard. Pada konferensi Mikrotik ini terdapat beberapa expert Mikrotik Indonesia dan Mancanegara yang berbagi informasi melalui presentasi tentang Mikrotik. Anda dapat mengajukan pertanyaan tentang topik tersebut. Ada juga Demo penggunaan teknologi terbaru Mikrotik, pengenalan produk baru, semua ada disini.
    Selengkapnya tentang MUM bisa anda baca disini :
    Apa itu Mikrotik User Meeting (MUM)?

    MUM Indonesia tahun ini diselenggarakan di tempat yang sama, yakni di :
    Royal Ambarrukmo, Jl. Adi Sucipto No. 81, Yogyakarta 55281

    Acara ini akan dilaksanakan pada :
    9 - 10 Oktober 2014


    Penasaran dengan agenda Acara MUM tahun lalu?
    Download Materi & Video MUM Indonesia - Yogyakarta 5-6 Desember 2014

    Anda tertarik mengikuti event ini? Silakan daftar disini GRATIS.
    mum.mikrotik.com/2015/ID/info



    Setelah proses pendaftaran selesai, anda akan diberi tiket dalam bentuk .pdf seperti ini :



    Silakan cetak dan potong tiket nya, lalu bawa pada saat hari pelaksanaan.

    Oke, sampai jumpa di MUM Indonesia Yogyakarta 9 - 10 Oktober 2015.

    Kamis, 25 Juni 2015

    Apa itu RoMON? Pengertian RoMON Mikrotik

    RoMON adalah kepanjangan dari Router Management Overlay Network yang merupakan fitur baru Mikrotik pada RouterOS mulai versi 6.28. Fitur RoMON ini mungkin masih asing bagi Anda, karena memang baru tersedia di RouterOS dan WinBox versi baru. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut apa itu RoMON Mikrotik, mari kita bahas pada artikel ini.

    Pengertian RoMON

    Apa itu RoMON? RoMON (Router Management Overlay Network) adalah sebuah protocol proprietary Mikrotik (protocol yang hanya didukung pada perangkat Mikrotik), dimana dapat membuat koneksi layer2 yang aman (secure) ke perangkat MikroTik baik melalui koneksi “Physical” (ethernet) maupun Layer2 Tunnel. Selain itu, RoMON juga mempunyai fitur sebagai berikut :
    • Discovery dan management perangkat-perangkat MikroTik melalui Ping, SSH, Winbox (versi 3.0.rc.9 ke atas).
    • Mampu melakukan discovery (pencarian) perangkat MikroTik yang mengaktifkan RoMON yang telah melewati multiple hops. 
    Jadi dengan RoMON ini kita dapat mendeteksi perangkat Mikrotik pada WinBox walaupun perangkat Mikrotik tersebut berada di segment network berbeda dan melewati beberapa router lain (multiple hops). Hal ini berbeda dengan fitur WinBox Mikrotik biasa, dimana hanya dapat mendeteksi perangkat Mikrotik yang berada satu jaringan saja.

    Cara Mengaktifkan RoMON

    Komunikasi RoMON didasarkan pada parameter RoMON ID yang diambil dari MAC Address router. Perangkat-perangkat yang mengaktifkan RoMON akan membuat sebuah discovery dari MAC Address Peer dan juga data forwarding protocol secara independent.

    Kali ini kita akan mencoba implementasi sederhana dari fitur ini dengan melakukan remote router (RoMON Enabled) yang berbeda network menggunakan winbox. Khusus untuk fitur ini seperti yang telah kita singgung diatas, kita akan menggunakan Winbox versi 3.0.rc.9 yang telah mendukung fitur RoMON.
    Fitur RoMON terdapat pada menu Tools → RoMON. Untuk mengaktifkannya kita tinggal mencentang opsi 'Enabled'. Kemudian kita tentukan parameter 'Secrets' pada RoMON Settings. Parameter ini berfungsi sebagai autentikasi untuk koneksi perangkat MikroTik yang terhubung. Sebagai contoh kali ini kita isi 'Secrets' dengan 12345. Sesuai topologi dari contoh kasus diatas, konfigurasi ini juga dilakukan pada ketiga router.

     
    Apabila kita lihat pada RoMON Settings terdapat parameter ID. ID ini merupakan MAC Address dari router yang digunakan untuk komunikasi perangkat. Kita bisa menetukan parameter tersebut dengan MAC Address manapun yang terdapat pada interface router, namun jika kita tidak isi secara default akan menggunakan MAC Address router yang pertama.

    Selanjutnya setelah ketiga router telah tersetting seperti konfigurasi diatas, kita akan mencoba melakukan remote perangkat yang berbeda network dengan menggunakan Winbox.


    Seperti topologi diatas client yang akan melakukan remote berada pada network 192.168.1.0/24. Kita bisa menambahkan pada parameter 'Connect To' di winbox dengan gateway dari client tersebut. Nah, untuk menggunakan fitur RoMON, kita pilih pada tombol command di winbox yaitu Connect TO RoMON. Setelah berhasil terkoneksi maka pada winbox muncul tampilan seperti berikut.


    Terlihat pada winbox terdapat RoMON Agent dan juga di tab RoMON Neighbors terdapat perangkat-perangkat MikroTik yang terkoneksi dengan RoMON. Apabila tanpa menggunakan RoMON ketika kita ingin melakukan remote perangkat yang berbeda network bahkan yang melewati beberapa hops maka tidak akan muncul di tab neighbors di winbox.
    Untuk melakukan remote kita tinggal pilih salah satu perangkat pada list tersebut yang ingin kita manage dan klik pada tombol 'Connect'.

    Ports

    Secara default seluruh interface pada router aktif untuk RoMON. Namun disini kita bisa mengaktifkan interface mana saja yang diaktifkan fitur RoMON. Selain itu kita bisa menentukan secara manual nilai 'Cost' dan juga parameter 'Secret' pada interface tersebut.



    Discovery

    Dengan command 'Discovery' yang terdapat pada RoMON Settings, kita bisa meliaht perangkat mana saja yang terkoneksi dan aktif menggunakan RoMON. Terdapat beberapa informasi dari perangkat seperti RoMON ID (Address), nilai Cost, Jumlah Hops, Identity.



    Ping

    Kita bisa melakukan monitoring terhadap perangkat MikroTik apakah aktif dan terkoneksi dengan baik.  Untuk melakukan pengecekan tersebut bisa menggunakan Ping RoMON.



    Sumber :
    http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=143

    Sabtu, 20 Juni 2015

    Cara Membuat Click Image untuk Login Hotspot Mikrotik

    Pernah suatu saat saya akses ke wifi gratis, dimana setelah konek ke SSID Wifi itu web browser langsung di redirect ke halaman Login. Namun, saya tidak perlu memasukkan username dan password untuk login, cukup klik gambar yang bertuliskan "Lanjutkan". Setelah itu saya bisa browsing sepuasnya dengan gratis :D.

    Apakah anda juga pernah mengalaminya? Jika belum bisa coba konek ke SSID free@Wifi.id di tempat-tempat tertentu.

    Oke, artikel kali ini saya akan membahas tentang bagaimana caranya membuat halaman login hotspot Mikrotik menggunakan klik gambar (image) untuk login, tanpa perlu memasukkan username dan password. Contoh nya seperti gambar berikut :



    Prasyarat :

    1. Pastikan Mikrotik Anda sudah bisa konek ke Internet. (Cara mengkoneksikan Mikrotik ke Internet)
    2. Pastikan Mikrotik Anda sudah di seting untuk Hotspot Mikrotik via WiFi. (Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik)
    3. Pastikan Anda sudah punya aplikasi untuk edit file HTML Login Hotspot Mikrotik. (Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik)

    Setelah semua prasyarat tersebut dipenuhi, kita lanjut ke Setting Hotspot Mikrotik nya.

    Setting Hotspot Mikrotik

    1. Masuk ke Menu IP --> Hotspot --> Server Profile --> Buka Profile Server yang digunakan --> Masuk ke Tab Login --> Pilih Login by : HTTP CHAP, HTTP PAP, Trial (Bila perlu) --> OK


    2. Buat User Profile Baru untuk Trial di menu User Profiles -->  Isi Shared Users yang banyak --> Batasi speed nya di kolom Rate Limit (bila perlu) --> OK



    3. Buat User baru untuk Trial di menu Users --> Isikan username dan password, disini saya isikan trial --> Pilih Profile TRIAL --> OK


    Sampai disini Setting Hotspot Mikrotik Selesai. Selanjutnya Setting Halaman Login Hotspot Mikrotik. Disini saya contohkan menggunakan Software Adobe Dreamweaver untuk mengedit HTML Login Hotspot Mikrotik.

    Setting Halaman Login Hotspot Mikrotik

    1. Buat file image yang nantinya akan digunakan sebagai tombol login user.

    2. Copy ke folder images pada direktori halaman login Mikrotik

    3. Edit halaman login Mikrotik menggunakan aplikasi HTML editor.

    4. Hapus semua form login dan tombol login, gantikan dengan code berikut :
    <input type="hidden" name="username" value="trial">

    <input type="hidden" name="password" value="trial">
    Pada value, isikan uername dan password hotspot yang sebelum nya sudah dibuatkan.

    5. Masukkan file gambar (image) yang akan digunakan sebagai tombol login, dengan code berikut :
    <input type="image"" src="./images/kliklogin.png" name="submit"/>
    Isikan path image Anda pada label kuning. Pastikan submit terisi pada label orange.
    Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini :


    6. Setelah selesai mengedit, silakan upload file halaman login nya ke Mikrotik. Caranya sudah pernah saya bahas disini : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

    Hasilnya seperti ini :


    Setelah klik tombol login image, kita bisa login hotspot mikrotik menggunakan user trial yang sebelumnya kita buat.


    Gimana, mudah bukan? Kalo masih bingung silakan download file Halaman Login Mikrotik yang saya edit di atas. 
    Download disini

    Selasa, 09 Juni 2015

    Tutorial Port Forwarding Mikrotik untuk Akses HTTP, RDP & VNC

    Tutorial Mikrotik kali ini Saya akan bahas tentang Port Forwarding pada Mikrotik. Ada yang tau apa itu Port Forwarding? 

    Pengertian Port Forwarding

    Port Forwarding adalah salah satu fitur pada Router yang menggunakan fungsi NAT (Network Access Translation) yang mengalihkan (redirect) permintaan komunikasi dari salah satu IP Address atau Port tertentu yang melewati firewall Router dan dialihkan ke IP Address lain dan port lain/sama.
    Mudeng ga? 

    Gampangan nya gini gan. Saya punya Router Mikrotik yang melayani Client dimana client tersebut mempunyai beberapa aplikasi yang mau saya gunakan yaitu http, Remote Desktop Protocol (RDP) dan VNC. Sementara client tersebut IP nya berada di bawah NAT yang berarti tidak dapat diakses dari luar Router.

    IP Mikrotik : 10.6.51.114
    IP Client : 192.168.1.254


    Saya ingin mengakses web server di client 192.168.1.254 dari PC lain di network 10.6.51.0/24. Karena client di NAT maka PC dari network 10.6.51.0/24 tidak bisa ping apalagi akses ke client. Topologi nya seperti gambar di atas.

    Nah untuk bisa mengakses aplikasi di client, maka di Mikrotik perlu diseting port forwarding dimana, Mikrotik akan mem-forward port HTTP, RDP, dan VNC ke client. Sehingga nantinya IP client akan diwakili oleh IP Mikrotik.

    Atau lebih gampangnya gini, saya punya Web Server di jaringan lokal (intranet) dan saya ingin Server tersebut bisa diakses dari Internet. Maka saya harus mem-forward port 80 di Router ke port 80 di Server saya, supaya ketika orang-orang mengakses IP Router langsung diarahkan ke Web Server nya.

    Oke, cukup ya penjelasannya.

    Maksud dan Tujuan

    Mengakses aplikasi di Client yang menggunakan Port HTTP (80), RDP (3389), VNC (5900) dari network lain diluar NAT.

    Cara dan Metode

    Menggunakan salah satu aplikasi NAT yaitu DST-NAT untuk Port Forwarding port 80, 3389, dan 5900 di Mikrotik.

    Tutorial Mikrotik Port Forwarding

    Berikut adalah Tutorial Port Forwarding Mikrotik untuk Akses Web (HTTP), Remote Desktop (RDP) & VNC.

    1. Pastikan Mikrtoik sudah dapat terkoneksi ke jaringan LAN (Intranet) dan WAN (Internet).
    2. Untuk konfigurasi Port Forwarding Web (HTTP port 80) berikut seting nya :
    - Pada Winbox Masuk ke menu IP --> Firewall --> NAT --> Add Rule :
    => Tab General
    - Chain : dstnat
    - Dst. Address : 10.6.51.114 (IP Address Mikrotik)
    - Protocol : tcp
    - Dst. Port : 80


    => Tab Action
    - Action : dst-nat
    - To Addresses : 192.168.1.254 (IP PC Client)
    - To Ports : 80



    Atau bisa pakai code berikut di terminal :
    /ip firewall nat
    add action=dst-nat chain=dstnat comment="Forward HTTP Connection" \
        dst-address=10.6.51.114 dst-port=80 protocol=tcp to-addresses=\
        192.168.1.254 to-ports=80
    Namun jika mengaktifkan fitur ini, maka halaman webfig Mikrotik tidak dapat diakses, karena port service webfig di-forward ke client. Seperti pada gambar berikut ini :


    Nah untuk mengatasi hal ini, bisa ganti port 80 webfig ke port lain, misal port 88.
    Masuk ke menu IP --> Services --> www --> ganti port ke 88.



    Untuk mengakses nya, pada web browser masukkan ipaddress:88.


    3. Untuk konfigurasi Port Forwarding Remote Desktop Protocol  (RDP) menggunakan port tcp 3389. Seting nya seperti berikut :
      /ip firewall nat
     add action=dst-nat chain=dstnat comment="Forward RDP Connection" dst-address=\
        10.6.51.114 protocol=rdp to-addresses=192.168.1.254

    4. Selanjutnya konfigurasi port forwarding VNC. Port Default RealVNC adalah tcp 5900.
    /ip firewall nat
     add action=dst-nat chain=dstnat comment="Forward VNC Connection" dst-address=\
        10.6.51.114 dst-port=5900 protocol=tcp to-addresses=192.168.1.254 \
        to-ports=5900
     5. Seting port forwarding sudah selesai. Silakan dicoba untuk mengakses HTTP, RDP, dan VNC nya.

    Contoh hasil Port Forwarding HTTP, RDP, dan VNC beserta tutorial Port Forwarding Mikrotik selengkapnya silakan lihat di Video Tutorial Mikrotik ini :